Kecemasan pada dasarnya adalah suatu mekanisme dari seorang individu untuk sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman dari luar. Ancaman yang diterima dapat berupa apa saja tidak hanya dalam bentuk fisik saja seperti kekerasan fisik tetapi juga dapat berupa ancaman psikis seperti saat seseorang dimarahi oleh atasannya, bahkan saat kita dalam kondisi sakit kecemasan bisa timbul.
Kecemasan menurut Freud (dalam Alwisol, 2005:28) mengatakan bahwa kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Kecemasan berfungsi sebagai mekanisme yang melindungi ego karena kecemasan memberi sinyal kepada kita bahwa ada bahaya dan kalau tidak dilakukan tindakan yang tepat maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan. Freud (dalam Arndt, 1974) menggambarkan dan mendefinisikan kecemasan sebagai suatu perasaan yang tidak menyenangkan, yang diikuti oleh reaksi fisiologis tertentu seperti perubahan detak jantung dan pernafasan. Menurut Freud, kecemasan melibatkan persepsi tentang perasaan yang tidak menyenangkan dan reaksi fisiologis, dengan kata lain kecemasan adalah reaksi atas situasi yang dianggap berbahaya.



